Komunitas yang dinamakan PISA ( Ponorogo Independent Scooter Alternatif ) adalah komunitas vespa tertua di ponorogo yang bertempat di jl.Ahmad Dahlan 34 Ponorogo, didirikan pada tahun 1998, yang dibawah naungan dari IVI (Ikatan Vespa Indonesia ), IMI (Ikatan Motor Indonesia ) dan di awasi oleh PENGDA JATIM.
Meskipun tidak terkenal di Ponorogo..., Teguh adalah salah satu dari 5 orangyang melatar belakangi berdirinya komunitas vespa tertua di ponorogo tersebut, Teguh yang bertempat tinggal di Jl. Lawu Gg. Sate yang sampai sekarang tetap exis dengan hobi vespa dan mengurus komunitas pencinta vespa yang didirikannya, Teguh kini sudah mempunyai 2 anak setelah pernikahannya 4 tahun lalu, kini hanya Teguh yang masih tetap setia dengan hobinya mengendarai motor tua bermesin samping keluaran Itali, peninggalan kakek buyutnya yang bermerk SE(Spesial Edition) tahun 1966, dari 4 orang teman seperjuangan lainnya yang sudah mulai vakum dari dunia pencinta vespa.
Dulu Teguh tidak mudah mencari anggota pencinta vespa untuk ikut bergabung di PISA tersebut, Teguh bersama ke empat teman seperjuangan menyebar undangan kepada setiap pengendara vespa di jalanan Ponorogo, hingga mencapai puncaknya di tahun 2002, ada kurang lebih 300 pengendara vespa yang ikut di PISA. Dengan pengorganisiran yang bagus, adanya pengurus, penasehat, dan juga dewan pengurus komunitas itu, PISA menjadi komunitas yang sangat maju di saat itu.
Sampai kini PISA pecah anggota, berawal pecah menjadi komunitas vespa POSTER-C, PISS sampai PASPOT yang bertempat agak jauh dari jantung pusat kota Ponorogo. Tapi Teguh masih berpendirian tetap di komunitas yang ia dirikan seperti nama yang hingga kini masih terkenal di pencinta vespa di Indonesia. Teguh kini dibantu oleh Yudi, yang bertempat tinggal di secretariat PISA, karena Teguh tidak selalu ada di secretariat, karena dia juga sudah semakin tua dan tidak bisa bila hanya Teguh saja yang mengurus semuanya.
Dengan diadakannya acara tahunan hingga kini PISA yang beranggotakan sekitar 50 orang masih tetap terorganisir, acara tahunan itu diantaranya baksos (bakti sosial) di kota-kota dan kecamatan ponorogo dan sekitarnya, adanya pertemuan bulanan agar tetap bersosialisasi antara anggota lama dengan anggota baru, penyembelihan hewan kurban di hari raya Idul Qurban, turing yang diwajibkan bagi setiap anggota 1 tahun 2 kali, awal tahun dan pertengahan tahun. Ada juga Wingday, adalah penghargaan yang diberikan kepada anggota PISA yang terbaik, di nilai dari keaktifan beranggota, dan juga aktif mengikuti acara-acara yang diadakan oleh teman-teman vespa se-Indonesia.
PISA sering bersosialisasi dengan teman-teman vespa lainnya setiap malam minggu di depan SMP 1 Ponorogo, setiap malam minggu Teguh meluangkan waktunya untuk ikut berkumpul barsama dengan teman-teman pecinta vespa. Untuk bertukar pengalaman atau hanya untuk refresing.
Teguh hanyalah satu contoh dari teman-teman pecinta vespa se-Indonesia yang kadang dinilai orang bahwa komunitas-komunitas seperti itu hanya buang-buang waktu atau hanya bersenang-senang saja, padahal itu salah kaprah, Teguh ingin mempersatukan vespa Indonesia, dan bersosialisasi dengan pencinta vespa se-Indonesia.Lihat Selengkapnya
Meskipun tidak terkenal di Ponorogo..., Teguh adalah salah satu dari 5 orangyang melatar belakangi berdirinya komunitas vespa tertua di ponorogo tersebut, Teguh yang bertempat tinggal di Jl. Lawu Gg. Sate yang sampai sekarang tetap exis dengan hobi vespa dan mengurus komunitas pencinta vespa yang didirikannya, Teguh kini sudah mempunyai 2 anak setelah pernikahannya 4 tahun lalu, kini hanya Teguh yang masih tetap setia dengan hobinya mengendarai motor tua bermesin samping keluaran Itali, peninggalan kakek buyutnya yang bermerk SE(Spesial Edition) tahun 1966, dari 4 orang teman seperjuangan lainnya yang sudah mulai vakum dari dunia pencinta vespa.
Dulu Teguh tidak mudah mencari anggota pencinta vespa untuk ikut bergabung di PISA tersebut, Teguh bersama ke empat teman seperjuangan menyebar undangan kepada setiap pengendara vespa di jalanan Ponorogo, hingga mencapai puncaknya di tahun 2002, ada kurang lebih 300 pengendara vespa yang ikut di PISA. Dengan pengorganisiran yang bagus, adanya pengurus, penasehat, dan juga dewan pengurus komunitas itu, PISA menjadi komunitas yang sangat maju di saat itu.
Sampai kini PISA pecah anggota, berawal pecah menjadi komunitas vespa POSTER-C, PISS sampai PASPOT yang bertempat agak jauh dari jantung pusat kota Ponorogo. Tapi Teguh masih berpendirian tetap di komunitas yang ia dirikan seperti nama yang hingga kini masih terkenal di pencinta vespa di Indonesia. Teguh kini dibantu oleh Yudi, yang bertempat tinggal di secretariat PISA, karena Teguh tidak selalu ada di secretariat, karena dia juga sudah semakin tua dan tidak bisa bila hanya Teguh saja yang mengurus semuanya.
Dengan diadakannya acara tahunan hingga kini PISA yang beranggotakan sekitar 50 orang masih tetap terorganisir, acara tahunan itu diantaranya baksos (bakti sosial) di kota-kota dan kecamatan ponorogo dan sekitarnya, adanya pertemuan bulanan agar tetap bersosialisasi antara anggota lama dengan anggota baru, penyembelihan hewan kurban di hari raya Idul Qurban, turing yang diwajibkan bagi setiap anggota 1 tahun 2 kali, awal tahun dan pertengahan tahun. Ada juga Wingday, adalah penghargaan yang diberikan kepada anggota PISA yang terbaik, di nilai dari keaktifan beranggota, dan juga aktif mengikuti acara-acara yang diadakan oleh teman-teman vespa se-Indonesia.
PISA sering bersosialisasi dengan teman-teman vespa lainnya setiap malam minggu di depan SMP 1 Ponorogo, setiap malam minggu Teguh meluangkan waktunya untuk ikut berkumpul barsama dengan teman-teman pecinta vespa. Untuk bertukar pengalaman atau hanya untuk refresing.
Teguh hanyalah satu contoh dari teman-teman pecinta vespa se-Indonesia yang kadang dinilai orang bahwa komunitas-komunitas seperti itu hanya buang-buang waktu atau hanya bersenang-senang saja, padahal itu salah kaprah, Teguh ingin mempersatukan vespa Indonesia, dan bersosialisasi dengan pencinta vespa se-Indonesia.Lihat Selengkapnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar